Archive for the 'Honda' Category



Honda CB 125 nggak langsam pakai CDI Suzuki RC 100

cb-125

Tanya :
Honda CB125 saya mengusung pengapian CDI punya Suzuki RC100. Yang mau ditanyakan:
1. Kenapa saat motor hidup, mesin tidak mau langsam, (stationer) bahkan tersendat?
2. Saya tanya ke bengkel, supaya stationer bagus harus pakai pulser. Apa itu betul?
3. Kenapa saat start atau menghidupkan mesin sangat susah? Padahal sudah diservis ke bengkel.
Jawab :
1. Masalah ini biasa menimpa CB yang memakai CDI Suzi RC100. Gejala lainnya, sulit distart, back fire (nembak), kick starter balik keras, dan ogah stationer. Ini terjadi lantaran timing pengapiannya nggak tepat. Piston sudah naik 20 derajat sebelum TMA, tapi busi belum menembak juga. Timing magnet tidak pas, sehingga perintah sepul pengapian untuk mengirim arus listrik ke CDI telat.
Untuk mengatasinya, mekanik biasa memajukan waktu pengapian. Posisi timing magnet di poros kruk-as wajib diubah. Bergesernya sekitar 15 derajat (berlawanan arah jarum jam) dari posisi Top (T) standar yang tertera di magnet. Untuk menggeser magnet, spi penahan harus dilepas dan baut pengikat dikencangkan lebih kuat. Kalau mau lebih presisi, silakan gunakan timing light.
2. Menggunakan CDI pakai pulser memang bisa stationer. Tapi sobat juga harus cari tahu derajat waktu pengapian untuk penempatan pulser. Kalau salah ya percuma juga. Sebaliknya, bila posisi magnet buat CDI RC100 tepat, mesin bakal stationer dengan mulus.
3. Kalau penempatan magnet belum tepat, mau dibawa ke bengkel manapun percuma. Mending benahi dulu pengapiannya seperti cara di atas. Dijamin motor mdlah hidupnya.
Tanya :
Honda CB125 saya mengusung pengapian CDI punya Suzuki RC100. Yang mau ditanyakan:
1. Kenapa saat motor hidup, mesin tidak mau langsam, (stationer) bahkan tersendat?
2. Saya tanya ke bengkel, supaya stationer bagus harus pakai pulser. Apa itu betul?
3. Kenapa saat start atau menghidupkan mesin sangat susah? Padahal sudah diservis ke bengkel.
Jawab :
1. Masalah ini biasa menimpa CB yang memakai CDI Suzi RC100. Gejala lainnya, sulit distart, back fire (nembak), kick starter balik keras, dan ogah stationer. Ini terjadi lantaran timing pengapiannya nggak tepat. Piston sudah naik 20 derajat sebelum TMA, tapi busi belum menembak juga. Timing magnet tidak pas, sehingga perintah sepul pengapian untuk mengirim arus listrik ke CDI telat.
Untuk mengatasinya, mekanik biasa memajukan waktu pengapian. Posisi timing magnet di poros kruk-as wajib diubah. Bergesernya sekitar 15 derajat (berlawanan arah jarum jam) dari posisi Top (T) standar yang tertera di magnet. Untuk menggeser magnet, spi penahan harus dilepas dan baut pengikat dikencangkan lebih kuat. Kalau mau lebih presisi, silakan gunakan timing light.
2. Menggunakan CDI pakai pulser memang bisa stationer. Tapi sobat juga harus cari tahu derajat waktu pengapian untuk penempatan pulser. Kalau salah ya percuma juga. Sebaliknya, bila posisi magnet buat CDI RC100 tepat, mesin bakal stationer dengan mulus.
3. Kalau penempatan magnet belum tepat, mau dibawa ke bengkel manapun percuma. Mending benahi dulu pengapiannya seperti cara di atas. Dijamin motor mudah hidupnya.

Lampu Honda Supra bukan Lampu Disko

           Ahmad Kadarisnani asal Pati, Jawa Tengah binung abis. Lampu depan Honda Supra gres miliknya hobi berkedip. Baru sebentar diajak jalan, lampu mati. Diajak berhenti, eh idup lagi. Wah, macam lampu disko aje.

Pastinya bukan ulah iseng makhluk halus. Tapi memang ada masalah di rangkaian kelistrikan penerangan. Apalagi setelah bohlam dicek pakai avometer dipastikan masih nyambung alias belum koit. “Rupanya, salah satu jendolan di bawah bohlam tidak rata,” pasti pria ramah ini.

lampu-supra-berkedip-gbr-1-wMenurut Ahmad yang bukan Dhani, benjolan yang tingginya nggak sama dan tidak menempel penuh di terminal rumah bohlam itu yang jadi biang kerok. Sehingga mengakibatkan arus listrik yang seharusnya ke bohlam terputus (gbr. 1).

Atasi penyakit yang bukan bawaan lahir itu, Ahmad punya solusi. Cukup sediakan ampelas halus No. 1000. Tentu untuk meratakan benjolan yang tidak sama (gbr. 2).

lampu-supra-berkedip-gbr-2-wSaat diampelas, usahakan ketinggian jendolan sejajar dengan jendolan di sebelah. “Sehingga, ketika bohlam dipasang benjolan benar-benar terhubung,” lanjutnya.

Setelah ketinggian dianggap sama, pasang kembali bohlam di dudukan. Nggak perlu cemas kalau bohlam nggak bisa plek di dudukan seperti semula. Itu semata karena jendolan sudah diamplas. Bisa diatur lewat sedikit menekuk ke belakang pengunci dudukan bohlam.

Lain urusan kalau terlalu enak mengampelas sampai jendolan pun habis terkikis. “Menyamakan kembali jendolan, bisa tempuh trik lewat menambah timah yang dipanaskan solder,” tutup Ahmad sambil mengucap wassalam.

Ahmad Kadarisnani asal Pati, Jawa Tengah binung abis. Lampu depan Honda Supra gres miliknya hobi berkedip. Baru sebentar diajak jalan, lampu mati. Diajak berhenti, eh idup lagi. Wah, macam lampu disko aje.
Pastinya bukan ulah iseng makhluk halus. Tapi memang ada masalah di rangkaian kelistrikan penerangan. Apalagi setelah bohlam dicek pakai avometer dipastikan masih nyambung alias belum koit. “Rupanya, salah satu jendolan di bawah bohlam tidak rata,” pasti pria ramah ini.
Menurut Ahmad yang bukan Dhani, benjolan yang tingginya nggak sama dan tidak menempel penuh di terminal rumah bohlam itu yang jadi biang kerok. Sehingga mengakibatkan arus listrik yang seharusnya ke bohlam terputus (gbr. 1).
Atasi penyakit yang bukan bawaan lahir itu, Ahmad punya solusi. Cukup sediakan ampelas halus No. 1000. Tentu untuk meratakan benjolan yang tidak sama (gbr. 2). Saat diampelas, usahakan ketinggian jendolan sejajar dengan jendolan di sebelah. “Sehingga, ketika bohlam dipasang benjolan benar-benar terhubung,” lanjutnya.
Setelah ketinggian dianggap sama, pasang kembali bohlam di dudukan. Nggak perlu cemas kalau bohlam nggak bisa plek di dudukan seperti semula. Itu semata karena jendolan sudah
diamplas. Bisa diatur lewat sedikit menekuk ke belakang pengunci dudukan bohlam (gbr. 3).
Lain urusan kalau terlalu enak mengampelas sampai jendolan pun habis terkikis. “Menyamakan kembali jendolan, bisa tempuh trik lewat menambah timah yang dipanaskan solder,” tutup Ahmad sambil mengucap wassalam.

Honda Karisma Tukar Guling Kampas Rem Supra

 

Tukar guling bukan cuma untuk urusan tanah dan bangunan. Dalam urusan rawat motor pun biasa dilakukan. Bahkan bisa dijadikan cara jitu saat ente kesulitan cari komponen pengganti. Seperti kampas rem belakang Honda Karisma dan Supra yang memang bisa saling tukar.
Ini berlaku buat sobat yang tinggal di daerah terpencil. Maksudnya, masih susah melacak sepatu rem Karisma. “Silakan pake punya Supra,” anjur Agus, biker dari Perumahan Polri, Ciledug yang comot kampas rem Honda Supra dan dipasang pada Karismanya (gbr. 1).
Cara pasang pun gampang. Berdirikan motor pakai standar tengah. Bongkar roda belakang. Lepas tutup rem dan gir. Em-Plus percaya sampeyan pasti bisa  bongkar roda belakang sendiri. Selanjutnya pasang satu persatu kampas rem (gbr. 2)
Mumpung roda belakang lagi turun, sekaligus bersihkan rumah teromol dari debu. Terakhir, rakit roda kembali dan setel jarak main pedal rem. Beres. • 
MEREK LAIN HALAL
Tidak hanya Supra dengan Karisma yang boleh saling tukar kampas rem. Motor merek lain juga boleh. Seperti bebek Suzuki yang punya teromol sama. Intinya, yang perlu diperhatikan diameter dan lebar sepatu rem. Ini untuk menghindari kampas kekecilan dan berakibat rem kurang pakem.
Ceritanya begini. Ketika tuas rem diinjak, kampas tidak bisa menghentikan putaran roda. Bisa karena kampas rem tidak mengembang sempurna. Lapisan sepatu rem tidak dapat bersinggungan dengan dinding teromol.
Kalau yang terjadi diameter kampas terlalu lebar, maka saat tutup teromol dipasang akan menjepit kedua sepatu rem. Hingga tidak dapat bekerja sama sekali. Alias rem jadi macet, cet, cet.
          Tukar guling bukan cuma untuk urusan tanah dan bangunan. Dalam urusan rawat motor pun biasa dilakukan. Bahkan bisa dijadikan cara jitu saat ente kesulitan cari komponen pengganti. Seperti kampas rem belakang Honda Karisma dan Supra yang memang bisa saling tukar.
tukar-guling-kampas-rem-supra-gbr1wIni berlaku buat sobat yang tinggal di daerah terpencil. Maksudnya, masih susah melacak sepatu rem Karisma. “Silakan pake punya Supra,” anjur Agus, biker dari Perumahan Polri, Ciledug yang comot kampas rem Honda Supra dan dipasang pada Karismanya (gbr. 1).
Cara pasang pun gampang. Berdirikan motor pakai standar tengah. Bongkar roda belakang. Lepas tutup rem dan gir. Em-Plus percaya sampeyan pasti bisa  bongkar roda belakang sendiri. Selanjutnya pasang satu persatu kampas rem (gbr. 2)
tukar-guling-kampas-rem-supra-gbr2wMumpung roda belakang lagi turun, sekaligus bersihkan rumah teromol dari debu. Terakhir, rakit roda kembali dan setel jarak main pedal rem. Beres. • 
Merek lain Halal
          Tidak hanya Supra dengan Karisma yang boleh saling tukar kampas rem. Motor merek lain juga boleh. Seperti bebek Suzuki yang punya teromol sama. Intinya, yang perlu diperhatikan diameter dan lebar sepatu rem. Ini untuk menghindari kampas kekecilan dan berakibat rem kurang pakem.
Ceritanya begini. Ketika tuas rem diinjak, kampas tidak bisa menghentikan putaran roda. Bisa karena kampas rem tidak mengembang sempurna. Lapisan sepatu rem tidak dapat bersinggungan dengan dinding teromol.
Kalau yang terjadi diameter kampas terlalu lebar, maka saat tutup teromol dipasang akan menjepit kedua sepatu rem. Hingga tidak dapat bekerja sama sekali. Alias rem jadi macet, cet, cet.

LENGAN AYUN TIGER DI CB 125

lengan-ayun-tiger-di-cb125-w

Tanya :
Honda CB125 saya sudah setahun dimodif tapi nggak kelar-kelar. Yang mau ditanyakan.
1. Berapa kira-kira harga swing-arm Tiger orisinal? Dulu pakai Mega Pro tapi kelihatan kurang kekar.
2. Ban ukuran 120/80-18 muat nggak di lengan ayun Tiger?
Jawab :
1. Harga swing-arm Honda Tiger di pasaran dilego sekitar Rp 380 ribu.
2. Ukuran segitu masih muat. Cuma yang mesti diperhatikan pelindung rantai gir. Sebab bentuknya agak ke dalam alias mendekati tapak ban. Kalau mau aman mending dicopot.
Tanya :
Honda CB125 saya sudah setahun dimodif tapi nggak kelar-kelar. Yang mau ditanyakan.
1. Berapa kira-kira harga swing-arm Tiger orisinal? Dulu pakai Mega Pro tapi kelihatan kurang kekar.
2. Ban ukuran 120/80-18 muat nggak di lengan ayun Tiger?
Jawab :
1. Harga swing-arm Honda Tiger di pasaran dilego sekitar Rp 380 ribu.
2. Ukuran segitu masih muat. Cuma yang mesti diperhatikan pelindung rantai gir. Sebab bentuknya agak ke dalam alias mendekati tapak ban. Kalau mau aman mending dicopot.

WORO – WORO !

Hampir seluruh posting bersumber dari tabloid MOTOR - PLUS. Terima Kasih untuk MOTOR - PLUS

Blog Stats

  • 47,018 hits

C O N T R E N G L A H !


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.